Minggu, 06 Desember 2020
Selasa, 09 Desember 2008
Poelang Kampoeng
Perjalanan ke Kampung Cinangneng dari rumah di Tanjung Duren mencapai lokasi hanya dibutuhkan waktu 2 jam.
Bila dijalan Dramaga, Bogor tidak macet dipastikan lebih cepat sampai.
Sesampai di lokasi saya disuguhi teh manis hangat. Suasana yang asri memaksa saya duduk tenang
Bila dijalan Dramaga, Bogor tidak macet dipastikan lebih cepat sampai.
Sesampai di lokasi saya disuguhi teh manis hangat. Suasana yang asri memaksa saya duduk tenang
menikmati udara yang sejuk di teras bungalow yang sangat bersih.
Samping teras ternyata terdapat kolam ikan koi dengan air mancur kecil, bahkan saya
diberikan pakan ikan bila ingin memberi makan ikan tersebut.
Samping teras ternyata terdapat kolam ikan koi dengan air mancur kecil, bahkan saya
diberikan pakan ikan bila ingin memberi makan ikan tersebut.
Tidak beberapa lama, saya kembali disuguhi makan siang dengan menu nasi, ayam
goreng, sambal goreng, tahu, lalapan, kerupuk dan air mineral kemasan juga buah.
Sore hari berenang di kolam yang airnya cukup hangat dan tidak membuat menggigil.
Setelah berenang ada kemilan pisang goreng berikut kopi/teh hangat.
Nikmaaat...
goreng, sambal goreng, tahu, lalapan, kerupuk dan air mineral kemasan juga buah.
Sore hari berenang di kolam yang airnya cukup hangat dan tidak membuat menggigil.
Setelah berenang ada kemilan pisang goreng berikut kopi/teh hangat.
Nikmaaat...
Menu makanan malam hari: nasi, mi goreng, telor mata sapi, ayam goreng dan minuman.
Pagi hari setelah berjalan mengelilingi lokasi, saya disuguhi menu sarapan pagi nasi
goreng, telur, roti dengan keju dan selai strawberry dan teh hangat.
Pagi hari setelah berjalan mengelilingi lokasi, saya disuguhi menu sarapan pagi nasi
goreng, telur, roti dengan keju dan selai strawberry dan teh hangat.
Jadi, bukan tempat yang indah saja yang didapat, untuk urusan perut juga dijamin
ga kan kelaparan deh!
Bisa juga mengikuti tour pulang kampung yang disediakan pengelola bekerja
sama dengan penduduk lokal. Kegiatannya adalah belajar berbagai ketrampilan khas
warga desa seperti membungkus nasi timbel, membuat wayang dari daun singkong,
belajar tari jaipong, bermain gamelan, membuat kue, belajar bermain angklung,
menyanyi lagu sunda, belajar menanam, menggarap atau memanen padi, memandikan
kerbau, bermain ala permainan anak desa dan berkreasi dengan huruf dan warna di
atas Caping (topi petani). Untuk menginap biaya Rp. 440.000,- sudah termasuk welcome
drink, makan siang, makanan ringan, makan malam dan sarapan pagi yang sangat
terjamin kebersihannya dan mempunyai rasa seperti masakan ibu kita sendiri...
Kekurangannya cuma satu... polusi suara dari kendaraan roda dua yang rata2 memakai
knalpot berisik dan suara lagu2 campur sari dari kolam renang umum yang letaknya
bersebelahan.
ga kan kelaparan deh!
Bisa juga mengikuti tour pulang kampung yang disediakan pengelola bekerja
sama dengan penduduk lokal. Kegiatannya adalah belajar berbagai ketrampilan khas
warga desa seperti membungkus nasi timbel, membuat wayang dari daun singkong,
belajar tari jaipong, bermain gamelan, membuat kue, belajar bermain angklung,
menyanyi lagu sunda, belajar menanam, menggarap atau memanen padi, memandikan
kerbau, bermain ala permainan anak desa dan berkreasi dengan huruf dan warna di
atas Caping (topi petani). Untuk menginap biaya Rp. 440.000,- sudah termasuk welcome
drink, makan siang, makanan ringan, makan malam dan sarapan pagi yang sangat
terjamin kebersihannya dan mempunyai rasa seperti masakan ibu kita sendiri...
Kekurangannya cuma satu... polusi suara dari kendaraan roda dua yang rata2 memakai
knalpot berisik dan suara lagu2 campur sari dari kolam renang umum yang letaknya
bersebelahan.
Langganan:
Postingan (Atom)

